Di bulan Ramadhan yang suci ini setiap muslim mengharapkan berkah dan Ampunan dari Allah SWT. Tiap-tiap rumah dihiasi dengan bacaan-bacaan Al-Qur'an. Masjid-masjid tak henti-hentinya memperdengarkan alunan ayat-ayat Al-Qur'an. Bahkan tempat-tempat hiburan yang dirasa kurang pantas berhenti beroperasi di bulan yang suci ini. Bukan hanya umat Islam saja tapi semua umat di dunia ini merasakan indahnya Ramadhan.
Berbekal rasa kasih di dalam bulan suci ini semua diharapkan untuk saling menghargai satu sama lainnya, baik itu orang muslim maupun non muslim, semua bersama-sama saling menghargai. Namun sedikit hati saya terganggu oleh suatu tayangan berita di televisi, dimana salah satu Ormas Islam di Indonesia mulai merasia dan menyisir beberap tempat di Ibu Kota Jakarta, lalu merka melihat salah seorang pemabuk kemudian memukuli orang itu.Dan juga ada lagi sebuah tayangan dimana Petugas Satpol PP di salah satu daerah di Indonesia menutup pkasa warung yang tetap buka di siang hari. Bagaimana sampai hal ini bisa terjadi? Apakah di bulan ynag penuh rahmat ini kita harus bersikap arogan dan egois dengan tidak mau mengontrol emosi kita sendiri? Apakah di Bulan suci ini kita harus mengorbankan pula kpentingan orang lain yang tidak berpuasa? Bukankah Allah telah berfirman " Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa,........" Bukankah ayat tersebut dapat kita jadikan acuan bahwa yang wajib berpuasa adalah orang-orang yang beriman? lalu sebagai orang yang beriman bukankah seperti warung yang buka di siang hari merupakan salah satu ujian kita untuk menunjukkan keimanan kita terhadap Allah SWT?
Jika saja kita mau saling menghargai kepentingan orang lain kita pasti bisa mencegah hal-hal tersebut terjadi. Dimana pemerintah juga turut berperan aktif daam mensukseskan bulan Ramadhan yang suci ini tanpa harus menggunakan kekerasan dan merugikan salah satu pihak. Sebagai seorang muslim saya sedikit kesal dengan cap yang diberikan orang kalau Islam itu kasar dan lain sebagainya. Namun menurut saya yang kasar dan sok itu adalah hanya sebagian orang saja. Islam itu agama ang cinta damai, bahkan Nabi Muhammad SAW dapat hidup berdampingan dengan orang kafir tanpa harus melkukan kekerasan terhadap mereka.
Ayo di bulan yang penuh Rahmat dan Ampunan ini mari kita tunjukkan kalau agama Islam itu adalah agama yang cinta damai, tidak seperti yang dikatakan orang-orang. Kita kembalikan citra Islam yang telah tercoreng oleh perbuatan teroris dan orang-orang radikal yang lainnya. Jika ingin melakukan suatu kekerasan atau kerusuhan jangan menggunakan nama agama.
Mari kita sucikan hati dan pikiran kita. Kita hadapi masalah dengan kepala dingin dan kita raih kemenangan di bulan yang Fitri ini. Amin
Berbekal rasa kasih di dalam bulan suci ini semua diharapkan untuk saling menghargai satu sama lainnya, baik itu orang muslim maupun non muslim, semua bersama-sama saling menghargai. Namun sedikit hati saya terganggu oleh suatu tayangan berita di televisi, dimana salah satu Ormas Islam di Indonesia mulai merasia dan menyisir beberap tempat di Ibu Kota Jakarta, lalu merka melihat salah seorang pemabuk kemudian memukuli orang itu.Dan juga ada lagi sebuah tayangan dimana Petugas Satpol PP di salah satu daerah di Indonesia menutup pkasa warung yang tetap buka di siang hari. Bagaimana sampai hal ini bisa terjadi? Apakah di bulan ynag penuh rahmat ini kita harus bersikap arogan dan egois dengan tidak mau mengontrol emosi kita sendiri? Apakah di Bulan suci ini kita harus mengorbankan pula kpentingan orang lain yang tidak berpuasa? Bukankah Allah telah berfirman " Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa,........" Bukankah ayat tersebut dapat kita jadikan acuan bahwa yang wajib berpuasa adalah orang-orang yang beriman? lalu sebagai orang yang beriman bukankah seperti warung yang buka di siang hari merupakan salah satu ujian kita untuk menunjukkan keimanan kita terhadap Allah SWT?
Jika saja kita mau saling menghargai kepentingan orang lain kita pasti bisa mencegah hal-hal tersebut terjadi. Dimana pemerintah juga turut berperan aktif daam mensukseskan bulan Ramadhan yang suci ini tanpa harus menggunakan kekerasan dan merugikan salah satu pihak. Sebagai seorang muslim saya sedikit kesal dengan cap yang diberikan orang kalau Islam itu kasar dan lain sebagainya. Namun menurut saya yang kasar dan sok itu adalah hanya sebagian orang saja. Islam itu agama ang cinta damai, bahkan Nabi Muhammad SAW dapat hidup berdampingan dengan orang kafir tanpa harus melkukan kekerasan terhadap mereka.
Ayo di bulan yang penuh Rahmat dan Ampunan ini mari kita tunjukkan kalau agama Islam itu adalah agama yang cinta damai, tidak seperti yang dikatakan orang-orang. Kita kembalikan citra Islam yang telah tercoreng oleh perbuatan teroris dan orang-orang radikal yang lainnya. Jika ingin melakukan suatu kekerasan atau kerusuhan jangan menggunakan nama agama.
Mari kita sucikan hati dan pikiran kita. Kita hadapi masalah dengan kepala dingin dan kita raih kemenangan di bulan yang Fitri ini. Amin


0 komentar:
Posting Komentar