ajang kumpul

sebuah cerita terlahir dari suatu pertemuan.....

Sekarang ini banyak sekali sekolah internasional bermunculan, dan mereka mengharuskan muridnya memakai bahasa Inggris, memang bahasa Indonesia sudah tidak laku lagi? Apa memang nilai-nilai kebudayaan Indonesia sudah tergerus oleh budaya asing. Baik dari Barat maupun dari timur??

Apa memang Indonesia sudah begitu kecilnya sehingga bahasa kita tidak dihargai lagi? Seharusnya kita bangga dengan bahasa kita bukan bahasa orang lain. Karena itu merupakan suatu kebanggan bagi kita bangsa Indonesia. Paling tidak ada satu hal yang harus kita banggakan ke orang-orang di seluruh dunia dan menyatakan bahwa Indonesia itu negara besar dan pantas untuk menjadi salah satu negara yang terbaik. Ya biarpun banyak hal yang telah memperburuk Indonesia. Tapi kita wajib menyanjung dan mengangkat nama Indonesia

...pabila cinta memanggilmu...
Ikutilah dia walau jalannya berliku-liku...
Dan, pabila sayapnya merangkulmu...
Pasrahlah serta menyerah,
walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..."
(Kahlil Gibran)

Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita

Seni Fotografi digital bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture

Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.

Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik

Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,

Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam

Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod


Mungkin kita dah sering banget mengenal kata bosen, ato mungkin saja sudah jadi saudara kita. hehehe. ya, memang bosen tak kan lepas dari kita, sebab hal tersebut adalalah sebuah fitrah yang di berikan allah untuk kita. Lalu bagaimana mengolah rasa bosan tersebut menjadi sebuah hal yang paling menakjubkan?mau tahu kan?. . . .

Rasa bosan adalah sebuah kenyataan diri kita bahwa terjadi penolakan antara nafsu dengan keinginan benar kita, hanya saja tinggal kita lihat apakah kadar nafsu kita lebih banyak atau sedikit. Jika lebih banyak maka tentunya bosan adalah jawabannya. Jika dalam silsilah keluarga bosan, bosan memiliki saudara yang tak kalah besar pengaruhnya, yaitu malas. Bosan tidak berarti malas tapi malah sudah tentu bosan. Nah, bagaimana mengolah hal tersebut?

Pertama, yang harus kita terapkan pada pikiran kita adalah rasa bosan adalah sebuah karunia allah yang sangat indah, jika tidak ada bosan maka kita akan terus saja bekerja yang nantinya akan berdampak pada kesehatan. Allah maha adil menciptakan rasa yang dapt membuat kita menjadi relax untuk beberapa saat, bagaimana tidak, ketika kita bosan, kita pasti akan melupakan kegiatan yang sedang berlangsung dan mengalihkan perhatian kita untuk sesuatu yang membuat kita senang, bukan?

Kedua, bosan ibarat sebuah kayu, jika kita ingin kehangatan tentunya kita olah agar kayu tersebut agar kita menjadi hangat. Sama halnya dengan kita, jika kita ingin mencapai tujuan kita maka kita memodifikasi rasa bosan menjadi sebuah motivasi agar tujuan kita tercapai

Ketiga, jangan membenci rasa bosan, seperti kata pepatah semakin kita membencinya, maka kita akan merasa sayang terhadap rasa bosan. Tentunya tidak mau kan? Yaiyalah ntar semakin sayang ma rasa bosen, baru tahu rasa lho kalo dikenalin dengan saudaranya yang bernama bang “malas”.hehehehe

Jadi yang dapat kita simpulkan disini adalah syukuri semuah fitrah kita yang telah diberikan allah kepada kita, tugas kita hanyalah mengolah fitrah tersebut agar menjadi sangat indah

Semoga berguna

About this blog


Produk SMART Telecom

Pengikut